RSS

[Semacam Review] Fira dan Hafez

14 Sep

Setelah kelar baca buku Fira dan Hafez, entah kenapa koq tiba-tiba pengen banget bahas buku ini. Sebelumnya mohon maaf ya, sudah lama sekali blog ini terbengkalai.. *sungkem* tapi di rumah lain saya cukup aktif koq.. *membela diri*

Awalnya, sejak tau Fira Basuki mau ‘nelorin’ buku ini, saya berniat tidak akan beli. Kenapa? Takut sedih.. 😦

Tapi sekitar tiga minggu lalu, entah kenapa koq ada keinginan kuat untuk membeli buku ini sewaktu berjalan-jalan ke toko buku. Jadi yah, beli deh.. :mrgreen:

Setiap pembelian buku ini, kita akan dapat bonus sebuah CD. Saya sih kemarin baca bukunya dulu. Begitu selesai baca bukunya, baru denger CD-nya, terasa pas banget. Entah kalau denger lagu di CD-nya dulu, baru baca bukunya, atau baca bukunya sambil dengerin lagu dari CD. Mungkin akan terasa berbeda. Oya, FYI, isi CD-nya Cuma ada satu lagu. Mungkin itu juga yang bisa bikin saya ngerasa pas banget begitu dengarnya di akhir membaca buku. Rasanya seperti lagu-lagu di ending film. Gimana ya, bisa dibilang, saat kita baca buku kan kita terbawa masuk ke alam yang tercipta dari buku yang kita baca. Nah, lagunya itu akan mengantarkan kita pelan-pelan kembali ke kenyataan, tidak begitu saja menghempas kita kembali ke kenyataan. *duh, ribet ya bahasanya? 😆

Saat membaca buku ini, jujur aja ada sedikit perasaan bersalah. Rasanya seperti mencuri intip buku harian. Tapi kalau ingat buku ini memang dikomersialkan, jadi (sedikit) hilang rasa bersalahnya. 😆

Menurut saya buku ini disajikan seperti buku harian pribadi Fira Basuki. Kita seperti dibawa masuk ke dalam pikiran pribadi Fira Basuki. Di dalamnya, Fira banyak menuliskan hal-hal yang berhubungan dengan almarhum suaminya. Mulai dari masa kecil, awal jumpa, hingga sejumlah kenangan lainnya. Tapi selain cerita Fira, di buku ini kita juga akan menemukan pendapat ataupun kenangan mengenai almarhum dari orang-orang yang pernah bertemu almarhum. Dari buku ini terlihat sekali Fira ingin menyebarkan kebaikan yang pernah dilakukan almarhum suaminya. Fira tampak sangat ingin membuat suaminya dikenang karena kebaikannya, juga ingin segala kenangan-kenangan baik yang berhubungan dengan almarhum terus bertahan. Abadi.

Selain hal-hal yang berhubungan dengan almarhum, di dalamnya juga kita akan menemukan tulisan-tulisan random dari Fira Basuki. Kenapa saya katakan random? Karena menurut saya, pada bagian tersebut tidak ada hubungannya dengan almarhum. Bagian random itu, menurut saya lebih seperti usaha Fira Basuki untuk memulihkan dirinya sendiri. Terapi untuk jiwanya sendiri. Bagian yang random itu, ada di Bab 22, berjudul Berbagi. Pada bab ini, Fira Basuki banyak men-share aneka tips dan quote. Bagian favorit saya, bagian resep awet mudanya 😆 Selain Bab 22, hal random lainnya yang tidak berhubungan (langsung) dengan almarhum adalah bagian lampiran. Di bagian lampiran, terdapat sejumlah cerpen. Karangan Fira Basuki tentu saja.

Overall, buku ini tidak termasuk salah satu buku favorit saya. Walau demikian, isinya sangat menginspirasi. Banyak pelajaran yang bisa diambil. Dari buku ini pula, saya semakin mengagumi penulis cantik, pintar, awet muda, dan juga kuat ini. Hwuufftt.. semoga kita semua dan pasangan diberi kesehatan dan umur yang panjang ya.. dan di sisa umur kita yang entah sampai kapan ini, kita bisa isi dengan kenangan-kenangan yang baik dan manis sebanyak mungkin bersama pasangan.. 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 14/09/2013 in Review

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: