RSS

Supernova Episode: #Partikel

08 May

Sengaja judulnya saya kasi hashtag biar nanti pas di twitter bisa langsung ke-list. Ya kali hestek #partikel masih ada yang merhatiin πŸ˜†

Btw, baru berani ngereview sekarang soalnya kemarin-kmarin masih dalam suasana euforia. Khawatirnya nanti apa yang saya tulis lebih banyak unsur subjektifnya. Yah, walau pastinya setiap review tidak bisa lepas dari unsur subjektifitas sih ya.. *halah jadi mbulet gini πŸ˜† *

Jujur aja dari keempat buku seri supernova (yang masih akan ada 2 buku lanjutan lagi) yang saya baca, Partikel bukan termasuk buku yang paling saya suka. Sampai saat ini, dari keempat buku seri ini, saya paling suka episode Petir. Kenapa? Soalnya episode itu yang paling mendekati kehidupan pribadi saya πŸ˜†

Walau demikian, buku Partikel ini membuat saya dengan bangga memberi gelar Penulis “Gila” kepada Dee 😎

Saya rasa Dee sangat jenius! Tidak seperti ketiga buku sebelumnya yang menurut saya unsur ‘klenik’-nya cukup terasa kental, di buku ini saya merasa justru unsur science lebih banyak menonjol. Oleh karena itu pula, saya rasa wajar Dee membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menulis buku ini. Pastinya perlu banyak dilakukan sejumlah riset terlebih dahulu. Jarak 8 tahun bo’ sama waktu terbit buku ketiganya! Tapi, dalam jarak 8 tahun ini, Dee juga masih sempat menelurkan beberapa karya lain. Sebut saja Filosofi Kopi, Rectoverso, Perahu Kertas, dan juga Madre. Jadi, bisa diterimalah ya penantian selama 8 tahun πŸ˜›

Di buku Partikel ini saya juga dibuat terkagum-kagum dengan Dee yang berani menyinggung masalah agama, masalah asal mula manusia. Menurut saya, hal itu cukup sensitif. Bagi orang yang berpikiran sempit, mungkin saja bisa murka. Saya membayangkan bagian ini menjadi hal yang cukup lama diolah di meja dapur editor dan penerbit :mrgreen:

Dee-pun membawa kita jauh berjalan-jalan ke berbagai tempat di buku ini. Tidak seperti di buku-buku sebelumnya, dalam Partikel lebih banyak terasa petualangannya. Mulai dari sebuah desa di Bogor, hutan belantara Kalimantan, panasnya Afrika, hingga eloknya London. Kita tidak hanya diajak berimajinasi mengunjungi berbagai tempat, kitapun diajak berkenalan dengan sejumlah kehidupan sosial budaya yang ada.

Oya, di bukunya ini juga, saya rasa Dee hendak menyampaikan pesan terselubung. Pesan agar kita lebih peduli pada alam. Di buku ini kita dibuat banyak bersinggungan dengan alam. Mengenal aneka tanaman, hewan, dan juga isu lingkungan πŸ™‚

Saya sebenarnya agak bingung, buku-buku seri supernova ini masuk dalam kategori apa ya? Tapi untuk Partikel, saya berani bilang dengan mantap, buku ini masuk kategori science-fiction :mrgreen:

Well, saya tidak bisa menemukan kritikan pada karya Dee ini. Saya terlalu dibuat kagum dengan kejeniusannya dalam merangkai cerita. Jalan ceritanya diluar bayanganku. Yah, melihat ketiga buku yang sudah terbit sebelumnya, saya kira Partikel akan memiliki ‘warna’ yang sama. Ternyata saya salah. Dari jumlah halamannya sendiri, Partikel merupakan buku yang paling tebal. Ceritanya-pun memang terasa lebih berat dan kompleks. Ini menurut saya lho ya, mungkin orang lain berpendapat beda.

Kamu sudah baca belum? Kalau menurut kamu buku ini bagaimana? πŸ˜‰

Detil Buku

Supernova Episode: Partikel, ditulis oleh Dee
500halaman, cetakan pertama April 2012 diterbitkan oleh Penerbit Bentang

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 08/05/2012 in Review

 

Tags: , ,

One response to “Supernova Episode: #Partikel

  1. d'

    08/05/2012 at 1:19 PM

    Reblogged this on Mata Pendosa and commented:

    Ngetes fitur reblog

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: